Selamat Datang :)

....
Follow Me

"Role Model" Itu Penting



By  mas vi2n     Wednesday, April 17, 2013    Labels:,, 

Bismillahirrahmanirrahiim...

Sebelum berbicara apa itu role model dan pentingnya sebuah role model, mari kita simak terlebih dahulu percakapan berikut ini.

Seorang ibu menyuruh anaknya yang sedang nonton televisi agar mematikan televisinya karena adzan maghrib sudah terdengar dari Masjid-masjid dan surau-surau yang ada didesa tempat ibu itu tinggal.
Ibu : "Nak matikan tivi-nya, dah maghrib" Kata Ibu itu.
Anak : "Lah mama, mainan laptop terus." dengan polos anak TK itu membela diri.
Ibu : "Mama sebentar lagi selesai, itu tivi-nya dimatiin dulu! mama masih mau menghapus ini sebentar".
Anak : "Mmoh!" (bahasa jawa yang berarti "tidak mau") "Punya mama dulu dimatiin".

Lalu setelah itu, kira-kira apa yang dilakukan anak tersebut? Iya, betul sekali, anak itu tetap melanjutkan nonton televisi hingga Ibunya terlebih dahulu menutup laptopnya dan segera menunaikan sholat maghrib.

Dari contoh diatas, mungkin pembaca sudah mengerti apa itu role model, dan kenapa saya mengambil judul tulisan ini "Role model itu penting". Role model adalah panutan, yang dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia sama artinya dengan teladan yaitu "Sesuatu yang patut ditiru atau baik untuk di contoh (tentang kelakukan, perbuatan, sifat, dan sebagainya)". Sedangkan Wikipedia menjelaskan role model sebagai "person who serve as an example, whose behaviour is emulated by others" yang artinya "Orang yang berfungsi sebagai contoh, yang perilakunya ditiru orang lain". Jadi, kalau saya boleh gabungkan dua makna diatas menjadi, “Orang yang mempunyai kelakuan, perbuatan, sifat dan sebagainya yang patut ditiru atau baik, dan orang tersebut dijadikan contoh oleh orang lain”.

Apakah role model berbeda dengan public figureRole model (Teladan) lebih lekat artinya dengan orang yang berperan sebagai pemberi contoh mengenai apa yang disampaikannya kepada orang lain. Beberapa contoh role model seperti orang tua terhadap anak, direktur perusahaan terhadap karyawan, manager terhadap staff-nya, organisator terhadap angota organisasinya, ataupun yang lainnya. Dalam hal ini, semua orang bisa menjadi role model bagi orang lain. Sedangkan Public Figure adalah orang yang dikenal masyarakat umum sebagai orang yang berpengaruh di mata masyarakat seperti Nabi, Presiden, selebritis, Budayawan, Kiyai dan lain-lain. Dan tentu saja, tidak semua orang bisa menjadi public figure.

children learn by seeing not by lecture
"Anak belajar dengan melihat bukan dengan ceramah"
(Sumber gambar: http://dakwatuna.com)
Kembali ke role model, Dari pengertian tersebut jelas mengapa anak tadi tidak mau mematikan televisinya. Anda sudah tentu paham bahwa anak tersebut telah mengambil ibunya sebagai "role model". Anak akan mudah mengikuti kata-kata orang tua jika ada contoh dari orang tuanya, juga adik dari kakaknya. Begitu pula di perusahaan, sekolah, oraganisasi, institusi, dan di lingkungan lainnya. Jika seorang manager berkata kepada staff-nya tentang langkah yang harus dilakukan untuk mencapai target-target tertentu, namun sang Manager tidak pernah sedikitpun melakukan langkah tersebut. maka otomatis staff akan berkata "wong dia saja tidak pernah melakukan" walaupun secara tidak langsung mengungkapkannya.

Nabi Muhammad SAW selalu memberikan contoh dengan sangat istiqomah kepada ummat Islam dalam menjalankan ibadah, padahal beliau sudah dijamin masuk surga. Jika seandainya tidak ada contoh dari Nabi Muhammad SAW mungkin saja ada orang Islam sholat hanya dengan sujud atau rukuk saja. Sampai Beliau bersabda tentang sholat yang artinya: "Sholatlah sebagaimana aku sholat".

Dalam Al Qur'an sendiri sangat dianjurkan agar memberikan contoh menjadi teladan bagi orang lain. Bahkan jika ada orang beriman berkata (menyuruh) kebaikan tanpa ia sendiri pernah melakukannya, maka disisi ALLAH itu sangat dibenci. QS.2:44, QS.61:2-3.

Tentulah perilaku teladan itu tidak hanya dihadirkan satu dua kali terhadap orang yang meneladaninya. Butuh proses dan waktu yang tidak sedikit agar keteladanan tersebut dapat diterima dan benar-benar dijalani oleh penerima. Pemberi teladan juga harus melihat apakah penerima itu sesuai dengan contoh yang ia berikan, dan apakah contoh itu dapat dilakukan oleh penerima pesan. Karenanya, kita tidak boleh terburu-buru menyalahkan orang lain yang ada dibawah pengaruh kita. Bisa saja contoh yang kita berikan salah namun dianggap benar dan dijalankan oleh penerima contoh.

Di sekolah-sekolah, kebanyakan siswa tidak mampu mengerjakan soal-soal yang diberikan oleh gurunya sebelum guru tersebut memberikan contoh penyelesaiannya. Apalagi pelajaran-pelajaran eksakta seperti matematika, fisika, kimia, dan lain-lain. Maka dari itu, dalam buku seperti matematika, fisika, kimia, selalu ada contoh soal di setiap babnya. Dengan seperti itu diharapkan agar siswa dapat mengerjakan soal-soal selanjutnya dengan mudah. Namun juga akan kesulitan jika siswa-siswa yang passion-nya adalah pelajaran yang mengutamakan keterampilan, diharuskan menyelesaikan soal-soal yang mengutamakan kepahaman terhadap rumus-rumus matematika. Diberikan seribu contoh sekalipun belum tentu bisa kecuali sedikit sekali. Walaupun pelajaran-pelajaran tersebut tidak ada hubungannya dengan role model, tapi itu cukup mampu menjelaskan bahwa contoh itu penting.

About mas vi2n

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Maecenas euismod diam at commodo sagittis. Nam id molestie velit. Nunc id nisl tristique, dapibus tellus quis, dictum metus. Pellentesque id imperdiet est.

11 comments:

  1. Replies
    1. makasih udh mampir mas Zaenuri,,, sya juga belajar mas, sama2 belajar...
      BTW, blognya kok ndak bisa saya kunjungi ya???

      Delete
  2. 1 teladan lebih baik dari 1000 nasihat :)

    ReplyDelete
  3. Ya justru itu ya pak, sekarang ini sulit menemukan role model yang benar-benar bisa menjadi teladan bagi generasi muda, wa bil khusus di Indonesia. Mulai dari apa yang terlihat dari beberapa pejabat, beberapa guru. Mereka menunjukkan perilaku yang tidak layak untuk dijadikan role model. Dan masih juga banyak orang tua yang belum mampu untuk 'mencontohkan' bukan 'menceramahi', seperti quote di atas.

    Nice article ^_^)b

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mba bner banget... namun bukan berarti tidak ada... Kita sebagai generasi harus mampu berbuat yg terbaik, ya walaupun sekedar tulisan tk beraturan ini, semoga mmpu menginspirasi...
      Termikasih masukan dan kunjungannya :D

      Delete
  4. Setuju sekali dengan role model ini.
    Anak-anak melihat, mengamati dan akhirnya meniru apa yang dilakukan oleh orang tuanya.
    Sebagai orang tua kita tdk bisa menuntut anak2 berbuat "manis" tapi kita tidak melakukannya. Tugas org tua utk qu'anfusakum wa'ahlikum naro.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya bunda... saya juga banyak belajar dari tulisan2 bunda Niken, walaupun sya belum punya keluarga :D . . .

      terimakasih udah berkunjung

      Delete
  5. setuju banget ,, mendidik anak memang harus sambil di contohkan supaya si anak mengikutinya

    ReplyDelete
  6. jadi kira kira role model itu harus nempel dalam setiap tindakan para orang tua seperti kita ini ya, agar jadi tauladan mereka...hiya ah...mulai sekarang mo jadi role model ah

    ReplyDelete